Senin, 31 Oktober 2016

Kacang Hijau VIMA - 2

       Vima 2, varietas baru kacang hijau yang dilepas pada tahun 2014 memiliki karakter umur genjah (56 hari), masak serempak dan hasil tinggi (2,44 t/ha). Varietas ini sangat cocok dikembangkan di daerah dengan pengairan yang terbatas, yaitu lahan-lahan yang dibiarkan bera setelah pertanaman padi. Percobaan telah dilakukan di berbagai lokasi seperti di Gresik, Lamongan, Madiun, dan Demak. Dengan menanam varietas Vima 2, petani dapat memperoleh hasil antara 1,75−2 t/ha, dengan tanpa pengairan selama pertumbuhan tanaman.
       Budidaya kacang hijau di lahan bekas pertanaman padi dilakukan paling lambat seminggu setelah padi dipanen. Jerami padi dibabat hingga pangkal batang, kemudian segera ditugal dan ditanami dengan jarak 40 x 10 cm, dengan harapan masih ada sisa air tanah yang cukup untuk perkecambahan tanaman, tetapi apabila lahan terlalu kering, maka benih kacang hijau direndam 2−3 jam pada malam hari kemudian ditiriskan dan ditanam pada keesokan paginya. Setelah tanam, jerami yang dihamparkan di lahan digunakan sebagai mulsa untuk menghambat penguapan dan pertumbuhan gulma, serta mengurangi resiko serangan lalat bibit.
          Untuk memenuhi kebutuhan kacang hijau dalam negeri, hingga saat ini masih tergantung pada kacang hijau impor. Dilaporkan bahwa Indonesia pada periode lima tahun terakhir mengekspor kacang hijau sebanyak 24.019 ton, sedangkan impor sebanyak 42.655 ton. Peluang untuk meningkatkan produksi kacang hijau nasional masih terbuka yaitu dengan memanfaatkan lahan-lahan bera setelah tanaman padi pada musim kemarau.